Background Image
Table of Contents Table of Contents
Previous Page  50 / 76 Next Page
Information
Show Menu
Previous Page 50 / 76 Next Page
Page Background

Outlook Ubi Kayu 2016

34

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

Proyeksi produksi ubi kayu merupakan perkalian proyeksi luas panen

kali proyeksi produktivitas. Proyeksi produksi yang merefleksikan penawaran

disajikan pada tabel 5.2.

Tabel 5.2. Hasil Proyeksi Produksi Ubi Kayu Indonesia, Tahun 2015-2020

Tahun

Luas Panen

(Hektar)

Pertumb. (%)

Produktivitas

(Ku/Ha)

Pertumb. (%)

Produksi

(Ton)

Pertumb.

(%)

2015

949.916

229,51

21.801.415

2016*)

867.495

-8,68

239,13

4,19

20.744.674

-4,85

2017**)

1.002.637

15,58

235,17

-1,66

23.578.972

13,66

2018**)

983.491

-1,91

244,85

4,12

24.080.562

2,13

2019**)

963.741

-2,01

241,62

-1,32

23.286.190

-3,30

2020**)

943.386

-2,11

251,36

4,03

23.712.611

1,83

Rata-rata

951.778

0,17

240,27

1,87

22.867.404

1,90

Sumber

: BPS diolah Pusdatin

Keterangan :*) Aram II, Hasil Rakor BPS dan Kementan

**) Proyeksi Pusdatin

Proyeksi produksi ubi kayu untuk 5 tahun kedepan diperkirakan akan

meningkat rata-rata sebesar 4,40% per tahun. Peningkatan produksi

diperkirakan karena kenaikan produktivitas dan luas panen. Produktivitas ubi

kayu diperkirakan rata-rata meningkat sebesar 1,87% dan luas panen

diperkirakan meningkat rata-rata 2,69% per tahun. (Tabel 5.2).

5.2. Permintaan Ubi Kayu Di Indonesia, 2015-2020

Permintaan ubi kayu di Indonesia dihitung dengan pendekatan

perkalian antaraketersediaan per kapita untuk konsumsi dengan jumlah

penduduk, ditambah penggunaan untuk pakan, tercecer dan penggunaan ubi

kayu untuk diolah menjadi bahan makanan yang terperinci dalam neraca

bahan makanan (NBM).

Model yang digunakan untuk proyeksi permintaan ubi kayu adalah

trend linier kuadratik dengan model : Yt = 57,6 – 0,22*t-0,0057*t**2,