Background Image
Table of Contents Table of Contents
Previous Page  32 / 76 Next Page
Information
Show Menu
Previous Page 32 / 76 Next Page
Page Background

Outlook Ubi Kayu 2016

16

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

3.3.

Konsumsi Ubi kayu

a.

Konsumsi Rumah Tangga

Konsumsi ubi kayu di Indonesia dihitung berdasarkan perhitungan

ketersediaan untuk konsumsi ubi kayu per kapita dikalikan dengan jumlah

penduduk. Data ketersediaan perkapita didapatkan dari data NBM.

Pendekatan ini dilakukan karena pendekatan dari data konsumsi perkapita

ubi kayu dari data hasil survey SUSENAS yang dilakukan oleh BPS, hasilnya

sangat rendah (

under estimate

). Hal ini disebabkan karena konsumsi

perkapita hasil SUSENAS (BPS) adalah konsumsi ubi kayu hanya di tingkat

rumah tangga, sementara konsumsi ubi kayu di tingkat luar rumah tangga

tidak di cakup dalam survey tersebut. Selain itu pada saat survei orang

hanya mengingat bahwa yang dikonsumsi adalah ubi kayu segar. Jadi masih

perlu ditambahkan konsumsi ubi kayu yang diolah untuk bahan makanan dan

industri ubi kayu yang diolah menjadi non makanan.

Perkembangan konsumsi per kapita ubi kayu tingkat rumah tangga di

Indonesia antara tahun 1993 hingga 2020 hasil SUSENAS diprediksi akan

mengalami penurunan rata-rata 5,67% atau mencapai konsumsi rata-rata 6,68

kilogram per kapita per tahun yaitu sebesar 12,78 kilogram per kapita di

tahun 1993 dan diprediksi hanya sebesar 2,15 kilogram per kapita di tahun

2020. Prediksi konsumsi perkapita ubi kayu untuk tahun 2016-2020

diperkirakan masih akan mengalami penurunan rata-rata sebesar 11,44% atau

mencapai angka konsumsi perkapita 2,82 kilogram per kapita per tahun

(lampiran 9).

Jika dilihat laju pertumbuhan konsumsi pada periode tersebut, rata-

rata konsumsi ubi kayu tingkat rumah tangga cenderung terus mengalami

penurunan kecuali tahun 1997-1999, 2004, 2008, 2011, dan 2015 yang

meningkat sebesar 7,39%, 4,32%, 9,70%, 14,43%, dan 13,04%. Peningkatan

pertumbuhan konsumsi ubi kayu tertinggi diprediksi terjadi tahun 2015 yaitu

sebesar 5,25% atau mencapai 3,60 kilogram/kapita/tahun. Secara absolut

konsumsi perkapita ubi kayu mencapai angka tertinggi di tahun 1993 yaitu

sebesar 12,78 kilogram per tahun dan terendah diprediksikan terjadi pada