Background Image
Table of Contents Table of Contents
Previous Page  29 / 76 Next Page
Information
Show Menu
Previous Page 29 / 76 Next Page
Page Background

Outlook Ubi Kayu 2016

Pusat Data dan Sistem Informasi Perrtanian

13

Perkembangan ubi kayu per wilayah menunjukkan pola serupa antar

periode dengan kecenderungan peningkatan produksi Pulau Luar Jawa lebih

tinggi dari pada di Pulau Jawa. Periode tahun 1980-2016 peningkatan

pertumbuhan produksi di Luar Jawa cukup signifikan yaitu sebesar 3,39%

sementara di Pulau Jawa lebih rendah yaitu hanya sebesar 0,13% per tahun.

Secara lebih rinci pada periode lima tahun terakhir yaitu antara tahun 2012

hingga 2016, pola perkembangan ubi kayu di Luar Jawa mengalami penurunan

yaitu rata-rata sebesar 4,21% per tahun, sementara di Pulau Jawa mengalami

penurunan yang lebih kecil yaitu sebesar 3,05% per tahun.

Meskipun secara umum perkembangan produksi ubi kayu di Pulau

Jawa lebih kecil peningkatannya, namun share rata-rata produksi ubi kayu

1980-2016 di wilayah pulau Jawa masih cukup signifikan yaitu sebesar

55,26% dari total produksi ubi kayu nasional. Sementara itu provinsi di Luar

Jawa berkontribusi lebih rendah yaitu sebesar 44,74%. Tetapi jika dilihat

share produksi selama lima tahun terakhir pola ini berubah menjadi share

Pulau Jawa lebih kecil dibanding Luar Jawa yaitu 45,98% dibanding 54,02%

(Tabel 3.1).

3.2.

Sentra Luas Panen, Produktivitas Tertinggi dan Sentra Produksi

Perkembangan rata-rata luas panen ubi kayu antara tahun 2012-2016,

menunjukkan ada 8 (delapan) provinsi sentra ubi kayu dengan kontribusi luas

panen sebesar 89,50%. Provinsi Lampung dengan rata-rata luas panen

mencapai 295,55 ribu hektar cukup dominan berada di urutan pertama

dengan share luas panen mencapai 27,71%, selanjutnya Provinsi Jawa Timur

berkontribusi terhadap luas panen ubi kayu nasional sebesar 14,80% atau

mencapai rata-rata luas panen 157,90 ribu hektar dan Provinsi Jawa Tengah

dengan share sebesar 14,59% atau mencapai luas panen rata-rata 155,66 ribu

hektar. Lima provinsi sentra lainnya dengan kisaran share luas panen antara

2,41% hingga kurang dari 8,53% adalah Provinsi Jawa Barat, Nusa Tenggara

Timur, DI. Yogyakarta, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat,