Background Image
Table of Contents Table of Contents
Previous Page  25 / 76 Next Page
Information
Show Menu
Previous Page 25 / 76 Next Page
Page Background

Outlook Ubi Kayu 2016

Pusat Data dan Sistem Informasi Perrtanian

9

BAB III. KERAGAAN UBI KAYU NASIONAL

3.1.

Perkembangan Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas

Secara umum pola perkembangan luas panen ubi kayu di Indonesia

selama kurun waktu 1980-2016 berfluktuasi dengan kecenderungan mengalami

penurunan (Gambar1). Hal ini dapat dilihat dari laju pertumbuhan rata-rata

yaitu turun sebesar 0,89% per tahun yaitu luas panen sebesar 1,41 juta hektar

di tahun 1980 menjadi 0,87 juta hektar di tahun 2016. Pada periode yang

lebih pendek yaitu 5 tahun terakhir laju pertumbuhan luas panen ubi kayu

mengalami penurunan lebih besar yaitu 5,37% per tahun. Penurunan luas

panen cukup signifikan terjadi pada tahun 1990 sebesar 15,40% dan tahun

1997 sebesar 13,05%.

Peningkatan luas panen ubi kayu cukup signifikan di tahun 1999 yaitu

sebesar 23,28%, sebagai akibat peningkatan luas panen baik di wilayah Pulau

Jawa maupun Luar Jawa masing-masing sebesar 28,65% dan 17,88%. Pada

tahun 2016 luas panen ubi kayu mengalami penurunan yang signifikan yaitu

sebesar 8,68% sebagai akibat penurunan luas panen di Pulau Jawa sebesar

9,32% dan luas panen di luar Pulau Jawa sebesar 8,68% (Lampiran 1 dan

lampiran 2).

Rata-rata luas panen ubi kayu tahun1980-2016, memperlihatkan share

di pulau Jawa masih cukup signifikan mencapai 55,26%, sementara luar Pulau

Jawa sebesar 44,74%. Akan tetapi dilihat dari rata-rata luas panen lima tahun

terakhir, share luas panen ubi kayu di Jawa menjadi lebih kecil yaitu 46,56%

sedang Luar Jawa menjadi lebih besar yaitu 53,44%. (Lampiran 1& Tabel 3.1).

Sedang share produksi dilihat rata-rata produksi dari 1980-2016 share

di pulau Jawa sebesar 55,26% sementara Pulau Luar Jawa sebesar 44,74%

terhadap total produksi ubi kayu Indonesia, tetapi dilihat dari rata-rata

produksi lima tahun terakhir, share produksi ubi kayu di Jawa menjadi lebih

kecil yaitu hanya 45,98% sedang Luar Jawa menjadi lebih besar yaitu 54,02%

(Lampiran 1& Tabel 3.1).