Page 22 - Outlook Komoditi Tomat 2014

Basic HTML Version

O
UTLOOK
K
OMODITI
T
OMAT
2014
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
1
BAB I. PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG
Tomat
(Lycopersicon esculentum Miil)
merupakan sayuran buah yang
tergolong tanaman semusim berbentuk perdu dan termasuk ke dalam famili
Solanacea.
Buahnya merupakan sumber vitamin dan mineral. Penggunaannya
semakin luas, karena selain dikonsumsi sebagai tomat segar dan untuk bumbu
masakan, juga dapat diolah lebih lanjut sebagai bahan baku industri makanan
seperti sari buah dan saus tomat (Wasonowati, 2011). Tomat menjadi salah
satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan masih
memerlukan penanganan serius, terutama dalam hal peningkatan hasilnya dan
kualitas buahnya (Hanindita, 2008).
Tomat sangat potensial dibudidayakan di Indonesia. Tergantung jenis
atau varietasnya, tanaman ini dapat ditanam secara luas dari mulai dataran
rendah sampai dataran tinggi. Tanaman tomat yang cocok dikembangkan di
dataran rendah adalah varietas atau kultivar yang tahan suhu panas dan juga
tahan terhadap penyakit layu bakteri (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian,
2004).
Berdasarkan data
Food and Agriculture Organization
(FAO) tahun
2007-2011, prospek perkembangan tomat Indonesia di kancah ASEAN cukup
baik mengingat Indonesia merupakan negara dengan luas panen dan produksi
terbanyak untuk tomat di ASEAN. Selain itu Indonesia menempati urutan
kedua sebagai negara eksportir tomat ASEAN setelah Malaysia. Namun di
tingkat dunia, luas panen dan produksi tomat Indonesia masih kalah bersaing
dibandingkan negara-negara lain.
Untuk mengetahui sejauh mana prospek komoditi tomat dalam
mendukung sektor pertanian di Indonesia, berikut ini akan disajikan
perkembangan luas panen, produksi, produktivitas nasional dan dunia, harga
produsen dan konsumen, konsumsi, ekspor dan impor, serta proyeksi
penawaran dan permintaan tomat tahun 2014-2019.